WANBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, RSUD Kota Tangerang menggelar seminar kesehatan dan In House Training bertajuk “Siklus Emas Kehidupan: Dari Perencanaan Kehamilan Hingga Pengasuhan Optimal Bebas Stunting” di Aula RSUD Kota Tangerang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan puskesmas, dokter, bidan, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan lainnya dari berbagai wilayah di Kota Tangerang. Seminar dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, DR. dr. Dini Anggraeni, M.M.
Dalam sambutannya, dr. Dini mengapresiasi RSUD Kota Tangerang yang telah menyelenggarakan kegiatan sebagai upaya mendukung program nasional percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya setelah anak lahir, melainkan harus dimulai sejak masa persiapan pernikahan hingga anak memasuki masa pertumbuhan.
“Pencegahan stunting tidak bisa baru dilakukan setelah anak lahir. Intervensi harus dimulai sejak pasangan berada pada tahap calon pengantin, kemudian dilanjutkan saat kehamilan, persalinan hingga anak memasuki masa pertumbuhan,” ujar dr. Dini.
Ia menjelaskan, calon pengantin perlu menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi kesehatan yang baik sebelum memasuki masa kehamilan.
“Jadi yang calon pengantin diperiksa termasuk triple eliminasi, HIV dan lain-lain. Kemudian setelah diperiksa, menikah, hamil, ibu hamilnya terus didampingi agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga,” jelasnya.
dr. Dini menambahkan, perhatian terhadap kesehatan juga harus berlanjut setelah bayi lahir. Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya memastikan setiap bayi mendapatkan akses pelayanan kesehatan sejak dini, termasuk melalui kepemilikan dokumen kependudukan dan jaminan kesehatan.
“Setiap bayi yang lahir langsung mendapatkan KK dan BPJS sehingga pelayanan kesehatannya dapat terjamin sejak awal kehidupan,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Dini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader kesehatan, puskesmas, rumah sakit hingga keluarga.
“Kita ingin menyiapkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Karena itu, pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait kesehatan ibu dan anak, di antaranya kesehatan reproduksi dan fertilitas, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Perawatan Metode Kanguru (PMK), ASI Eksklusif, pelayanan Keluarga Berencana (KB), pencegahan dan penanganan stunting, serta jejaring rujukan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).
Materi kesehatan reproduksi dan fertilitas disampaikan oleh dr. Ade Permana, Sp.OG, Subsp.Fer, materi IMD, PMK, ASI Eksklusif dan pemberdayaan kelompok ASI oleh dr. Angelia Septiane Beandda, Sp.A, materi kesehatan stunting oleh dr. Anak Agung Eka Widya Saraswati, Sp.GK, serta materi jejaring rujukan PONEK oleh dr. Muhammad Hatta, Sp.OG.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkai dengan In House Training bagi tenaga kebidanan RSUD Kota Tangerang yang menghadirkan dr. Ivan M. Sondakh, Sp.OG, Pj dan Bidan Anida Soraya sebagai narasumber. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam pelayanan kebidanan, kesehatan ibu dan anak, serta mendukung upaya pencegahan stunting di Kota Tangerang.









