Gubernur Andra Soni dan Bupati Ratu Zakiyah Sepakat Cari Solusi Urai Kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Andra Soni dan Bupati Ratu Zakiyah Sepakat Cari Solusi Urai Kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel

Gubernur Andra Soni dan Bupati Ratu Zakiyah Sepakat Cari Solusi Urai Kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel

WANBANTEN.COM, KAB. SERANG – Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menerima audiensi Koalisi Masyarakat Bojonegara Puloampel dan Kramatwatu (KMBP) di Rumah Dinas Gubernur atau Museum Negeri Banten, Kota Serang, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Hasilnya, Gubernur Andra Soni dan Bupati Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah menyepakati mencari solusi jangka pendek dengan memperkuat koordinasi untuk mengurai kemacetan di Jalan Serdang-Bojonegara-Merak atau SBM yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat.

“Hari ini saya menerima sebagian tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat Bojonegara, Pulo Ampel, dan Kramatwatu berdiskusi permasalahan, terutama tentang kemacetan yang diakibatkan oleh truk over dimension over loading (ODOL) dari aktivitas tambang, aktivitas industri dan sebagainya,” kata Gubernur Banten Andra Soni usai audiensi.

Dari pertemuan itu ada beberapa hal disepakati untuk mengurai kemacetan. Pertama, terkait dengan evaluasi Keputusan Gubernur (Kepgub) Banten Nomor 567 Tahun 2025 terkait dengan pengaturan jam operasional mobil-mobil tambang.

“Kita dengan Bupati akan melakukan evaluasi, nanti hasilnya setelah 4 hari. Pada prinsipnya saya menerima semua masukan dari semua kelompok masyarakat dan tugas saya dengan Bupati adalah bagaimana mengkanalisasi supaya saran, harapan, usulan dari masyarakat itu bisa kita tindak lanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” katanya.

Baca Juga :  Dilantik Wabup Serang, Duta Pancasila Diharap Jadi Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Kata Gubernur, tidak lagi membicarakan bahwa ini tentang kewenangan pemerintah pusat melalui jalan nasional. “Tapi kita bicara tentang kepentingan masyarakat Bojonegara, Pulo Ampel, dan Kramatwatu,” katanya.

Diakui Andra bahwa hal yang paling mendesak diurai adalah tentang kemacetan. Angkot yang seharusnya bisa beberapa rit namun gara-gara kemacetan menjadi tidak maksimal dan akhirnya pendapatan para sopir berkurang.

“Masyarakat yang seharusnya keluar biayanya tidak besar menjadi besar. Bensin subsidi menjadi banyak terpakai karena kemacetan dan sebagainya,” katanya.

Kemacetan di wilayah ini banyak faktor, tidak faktor tunggal. Oleh karena itu perlu koordinasi yang intens antara Pemprov Banten dengan Pemkab Serang serta pemerintah pusat.

Kata Gubernur, yang terdekat dilakukan adalah melaksanakan kajian melalui detail engineering design (DED) untuk rencana pelebaran jalan yang menjadi prasyarat mengusulkan kepada pemerintah pusat.

“Insyaallah semua niat kita lakukan dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat. Saya dengan Bupati sudah punya komitmen bahwa kita akan buat satu meja agar koordinasinya lebih intens,” ujarnya.

Di tempat yang sama Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengucapkan terima kasih kepada Gubernur yang sudah memfasilitasi pertemuan warga Kramatwatu, Pulo Ampel dan Bojonegara.

Baca Juga :  Wabup Serang Tinjau Warung Amal Pemkab Serang di Arena MTQ XXIII Banten

“Banyak aspirasi yang disampaikan warga kami dalam pertemuan itu. Aspirasi yang pertama tentu keinginan adanya pelebaran jalan,” katanya.

Kata Bupati, Pemprov akan membuat DED yang menjadi prasyarat yang akan diajukan ke pemerintah pusat.

“Pak Gubernur tadi sampaikan bahwa ini bukan kita bicara masalah kewenangan siapa, tapi ini adalah kita harus melakukan sesuatu sehingga masyarakat bisa nyaman melakukan aktivitas keseharian,” tegasnya.

Kata Bupati, siap bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemprov Banten dalam rangka menjadikan warga aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas dan tidak ada lagi macet.

“Insya Allah ke depan kita akan terus berkoordinasi sehingga kemacetan di wilayah Bojonegara, Pulo Ampel bisa teratasi,” katanya.

Audiensi berlangsung lancar. Para tokoh masyarakat dan pemuda Pulo Ampel, Bojonegara, dan Kramatwatu menyampaikan aspirasi satu per satu terkait kemacetan di area jalan Bojonegara, Kramatwatu, dan Pulo Ampel.

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawan dan Kepala OPD terkait, Sekda Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana beserta Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Serang. (Sudirman)

Berita Terkait

Perluas Akses Kesehatan, Maryono: Transformasi RS Makiyah Perkuat Pelayanan Kesehatan di Kota Tangerang
Dilantik Wabup Serang, Duta Pancasila Diharap Jadi Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Semarakkan Jalan Sehat HUT RI, Wabup Intan Dorong Semangat Gotong Royong dan Persatuan
Pastikan Peserta Aman, Puskesmas Pasir Nangka Buka Posko Kesehatan di Acara Gerak Jalan Tigaraksa
Tangerang 10K 2026 Tak Sekadar Lomba Lari, Hadirkan Pengalaman Kota
Dinkes Kota Tangerang Matangkan Hasil Verifikasi Kecamatan dan Kelurahan Sehat
Dorong Pembangunan Daerah, Ketua PWI Banten Kunjungi Kantor Sekber PWI dan SMSI Pandeglang
Raih LPM Award 2026, Sachrudin Tegaskan Pembangunan Berbasis Kolaborasi Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Perluas Akses Kesehatan, Maryono: Transformasi RS Makiyah Perkuat Pelayanan Kesehatan di Kota Tangerang

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Dilantik Wabup Serang, Duta Pancasila Diharap Jadi Pilar Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:56 WIB

Semarakkan Jalan Sehat HUT RI, Wabup Intan Dorong Semangat Gotong Royong dan Persatuan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Pastikan Peserta Aman, Puskesmas Pasir Nangka Buka Posko Kesehatan di Acara Gerak Jalan Tigaraksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Tangerang 10K 2026 Tak Sekadar Lomba Lari, Hadirkan Pengalaman Kota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!