WANBANTEN.COM, KOTA TANGERANG – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang menggelar Grand Final Pemilihan Duta Baca Kota Tangerang Tahun 2026 di Aula Al-Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian seleksi yang diikuti pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat berusia 14 hingga 18 tahun dari berbagai wilayah di Kota Tangerang.
Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, mengatakan pemilihan Duta Baca merupakan salah satu upaya strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kegiatan Pemilihan Duta Baca ini bukan sekadar kompetisi unjuk bakat, melainkan langkah strategis kita bersama untuk melahirkan agen pemantik budaya membaca di sekolah maupun lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Sebelum mencapai tahap grand final, para peserta telah mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes wawasan literasi, penulisan esai hingga presentasi program kerja yang berkaitan dengan pengembangan budaya membaca.
Dari total 90 pelajar yang mendaftarkan diri, sebanyak 70 peserta berhasil lolos dan tampil pada babak final untuk memperebutkan gelar Duta Baca Kota Tangerang 2026.
Menurut Engkos, proses penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga mencakup pemahaman literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan komunikasi yang dibutuhkan generasi muda saat ini.
“Duta Baca terpilih nantinya akan mengemban amanah selama satu tahun ke depan sebagai duta literasi daerah. Mereka akan bersinergi dengan DPAD Kota Tangerang dalam mengampanyekan Gerakan Tangerang Gemar Membaca, mengoptimalkan fasilitas perpustakaan daerah, serta menggerakkan komunitas literasi remaja di 13 kecamatan se-Kota Tangerang,” harapnya.
Melalui kegiatan ini, DPAD Kota Tangerang berharap dapat memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda sekaligus menciptakan figur inspiratif yang mampu mengajak masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. (Marsudin)









